Logo Karalink

Apa itu Sistem Papan Tulis Ramah Lingkungan?


Sistem Papan Tulis Ramah Lingkungan (Eco-Friendly Board System) adalah sebuah produk inovatif yang dikembangkan dalam rangka mencari solusi ruang kelas yang bebas debu. Upaya tersebut diantaranya mulai digunakannya spidol (boardmarker), overhead projector, atau proyektor berbasis komputer pada ruang-ruang kelas. Alternatif yang paling mungkin (dan murah) saat itu adalah menggunakan spidol. Namun ternyata penggunaan spidol menimbulkan masalah baru : selain masih adanya debu hitam juga adanya kandungan Xylene yang merupakan bahan beracun dan berbahaya. 
Berbahaya, Mudah Terbakar, Racun
Kini ada produk baru yang disebut KaraBoard Sheet dan KaraMarker. Papan tulis ini yang digunakan bersama-sama dengan kapur tulis ramah lingkungan sangat mudah dihapus menggunakan penghapus yang sudah dilembabkan dengan air. Bahkan papan tulis tersebut tetap dapat digunakan (mampu ditulisi) tanpa menunggu kering! KaraMarker juga jauh lebih hemat penggunaannya dibandingkan dengan kapur tulis tradisional bahkan dengan spidol, Klik disini untuk melihat komparasinya
Menariknya, air bekas cucian penghapusnya dapat digunakan sebagai pupuk tanaman karena memang terbuat dari bahan-bahan organik. Saat ini, Eco-Friendly Board System merupakan alternatif yang paling baik sebagai pengganti kapur tulis biasa jika kita menginginkan lingkungan kelas yang sepenuhnya bebas debu. Bahkan, sistem ini pun masih merupakan alternatif yang paling baik sebagai pengganti spidol jika kita menginginkan lingkungan kelas yang bebas racun.

Learn more »

Debu dan Racun Dalam Kelas? Karalink Solusinya!

Zaman sekarang, sekolah-sekolah banyak yang lebih memilih menggunakan spidol berserta papan tulis putih (whiteboard) dan enggan menggunakan kapur tulis karena kapur tulis dianggap kotor, berdebu dan membahayakan kesehatan. Khususnya bagi penderita asma dan alergi pernapasan lainnya. 

Debu dari kapur tulis bisa menjadi alergen atau pemicu kambuhnya penyakit, yang ditandai dengan gejala batuk, sesak dada dan sesak napas. Debu kapur tulis juga merupakan tempat berkembang biaknya bakteri yang dapat memicu timbulnya penyakit akibat infeksi bakteri, ini yang paling berbahaya.
Lalu bagaimana dengan spidol? Apakah Anda pernah bertanya-tanya bahan apa yang terkandung dalam spidol hingga baunya menyengat? Apakah Anda bertanya-tanya mengapa Anda atau orang-orang yang berada seruangan dengan Anda merasa tidak sehat ketika sudah banyak menulis di papan tulis dengan spidol? Seperti menderita sakit kepala, kesulitan bernapas, dan kabut otak (brain fog) itu adalah gejala umum yang terkait dengan penggunaan spidol, meskipun berlabel “tidak beracun”. 

Walau banyak yang menganggap spidol lebih bersih dan sehat, faktanya justru berbanding terbalik, spidol yang dianggap aman ternyata lebih berbahaya ketimbang kapur tulis, karena spidol mengandung bahan kimia yang disebut Xylene. Bahan kimia inilah yang menimbulkan aroma khas pada spidol. Bahan Xylene banyak digunakan pada thinner, cat dan pernis. Menghirup uap Xylene, meskipun dalam jumlah yang sedikit bisa berefek negatif bagi kesehatan. 

Partikelnya yang kecil mudah masuk ke dalam tubuh ketika dihirup dan seketika itu cepat diserap oleh paru-paru dan kemudian masuk ke dalam darah setelah memasuki tubuh. Menghirup racun dalam spidol dapat memiliki efek jangka pendek dan jangka panjang. Bahan kimianya dapat menimbulkan gejala inhalasi mirip ketika orang menggunakan obat penenang atau alkohol, yang efeknya bisa bertahan hingga 15 sampai 45 menit. 
Dari hasil studi yang dikutip oleh Toxicological Profile for Xylene, Agency for Toxic Substances and Disease Registry, efek jangka pendek dari Xylene bisa meyebabkan iritasi kulit, mata, hidung dan tenggorokan, respon tertunda terhadap rangsangan visual, mengganggu pernapasan, pusing, sakit kepala dan kehilangan memori jangka pendek. 

Sedangkan efek jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan otak permanen dan kerusakan hati, ginjal dan sistem saraf pusat serta menyebabkan efek yang berbahaya bagi janin dalam kandungan. Gejala paling ringan dari paparan Xylene adalah rasa tidak nyaman pada tubuh dan kelelahan. Karena itu Xylene dikategorikan sebagai zat yang berbahaya dan beracun. 
Bahkan International Agency for Research on Cancer (IARC) dan US Enviromental Protection Agency (EPA) keduanya sepakat bahwa ada informasi yang cukup untuk menentukan bahwa Xylene bersifat karsinogenik yaitu substansi yang menyebabkan kanker atau meningkatkan risiko timbulnya kanker. 

Xylene yang terpapar dalam ruangan seperti kelas bisa lebih tinggi dibanding di luar ruangan, terutama ruangan dengan sistem ventilasi yang buruk, karena Xylene akan tetap berada di udara selama beberapa hari sampai dipecah oleh sinar matahari menjadi zat kimia yang tidak berbahaya. 

Sekarang setelah mengetahui kenyataannya Anda pilih kelas yang mana? Yang berdebu atau beracun? Sebenarnya Anda tidak perlu untuk memilih keduanya karena saat ini sudah ada solusi yang tepat untuk hal itu. Karena kami PT Karalink Indonesia yang berlokasi di Jakarta Timur yang telah menyediakan sistem Papan Tulis Ramah Lingkungan (Eco-Friendly Board System) yang memberikan solusi untuk mewujudkan ruang kelas yang ramah lingkungan, bebas debu, dan bebas racun, rangkaian produk dalam sistem ini kami beri merek Karalink. 

Rangkaian produk Karalink ini terdiri dari KaraMarker yaitu spidol Generasi Baru yang bebas debu dan racun sebagai pengganti kapur tulis biasa dan sekaligus pengganti spidol karena terbuat dari bahan yang tidak beracun, tidak berbau dan dari bahan-bahan alami. Alat tulis dengan merek Karalink ini diklaim menghasilkan tulisan 10 kali lebih banyak dibanding kapur tulis dan 50% lebih murah dibanding menggunakan spidol biasa, juga bisa dituliskan pada permukaan yang basah maupun yang kering dan mudah dihapus tanpa meninggalkan debu dengan menggunakan penghapus yang dilembabkan dengan air. 

Selain KaraMarker, Karalink memiliki rangkaian produk lain yang menyempurnakan kelas bebas debu dan racun, yaitu GreenBoard Sheet yang berfungsi sebagai pelapis papan tulis biasa, pelapis ini berwarna hijau agar tidak menyilaukan mata dan juga tahan terhadap air. WhiteBoard Sheet, pelapis papan tulis yang berwarna putih yang juga bisa digunakan sebagai layar untuk proyektor. Eraser, penghapus papan tulis yang bantalannya bisa dengan mudah dilepaskan, disediakan dua bantalan dalam paket pembeliannya. 

Selain itu ada KaraMarker Casing, yang berfungsi sebagai pemegang KaraMarker Refill agar tangan tidak kotor dan agar KaraMarker tetap dapat digunakan sampai batang terkecilnya. Juga tersedia Eraser Cleaner, yang berfungsi sebagai tempat untuk melembabkan sekaligus membersihkan penghapus dari kotoran yang menempel. 

Dengan sistem Papan Tulis Ramah Lingkungan (Eco-Friendly Board System) dari Karalink ini, maka Anda tidak perlu khawatir lagi akan kelas yang penuh dengan debu, kotor dan beracun, maka mewujudkan kelas yang bebas racun dan debu bukan lagi sesuatu yang tidak mungkin. Anda tertarik dan ingin bergabung di Gerakan Kelas Bebas Racun? Kunjungi saja webstore kami di www.karalinkstore.com atau Anda bisa menghubungi kami di 021-86613908 (ext. 12) atau melalui email di marketing@karalink.web.id. Anda bisa juga memfollow akun twitter kami di @bebas_racun dan facebok di http://www.facebook.com/ecotech.karalink.

Learn more »

Apa Itu Xylene?

Xylene merupakan bahan kimia yang memiliki rumus C6H4(CH3)2. Nama lain dari xylene antara lain xylol, dan dimetilbenzene. Xylene memiliki berat molekul 106,17 gram/mol dengan komposisi karbon (C) sebesar 90,5% dan hidrogen (H) 9,5%. Xylene memiliki tiga isomer yaitu ortho-xylene, meta-xylene dan para-xylene. 

Xylene merupakan cairan tidak berwarna yang diproduksi dari minyak bumi atau aspal cair dan sering digunakan sebagai pelarut dalam industri (G.A.Jacobson dan S. McLean, 2003). Xylene pada aspal cair pertama kali ditemukan pada pertengahan abad ke 19. Nama dari xylene berasal dari bahasa latin ”wood xulon” karena xylene dapat diperoleh dari hasil destilasi kayu tanpa kehadiran oksigen (Richard L. Myers, 2007). Xylene merupakan hidrokarbon aromatik yang secara luas digunakan dalam industri dan teknologi medis sebagai pelarut (Langman JM, 1994.). Xylene dapat digunakan sebagai bahan kimia dasar di industri. Xylene dapat teroksidasi dimana gugus methyl berubah menjadi gugus karboksilat. Ortho-xylene akan membentuk phthalic acid sedangkan para-xylene akan membentuk terephthalic acid. Terephthalic acid merupakan salah satu bahan dalam pembuatan polyesters. Terephthalic acid dapat bereaksi dengan ethylene glycol membentuk ester polyethylene terephthalate (PET). Bahan PET meerupakan bahan plastik yang digunakan sebagai wadah makanan. Perkiraan penggunaan xylene diseluruh dunia mencapai 30 juta ton pertahun (Richard L. Myers, 2007).

Xylene dapat masuk ke dalam tubuh manusia melalui beberapa jalur, seperti oral, inhalasi maupun dermal. Pemaparan melalui oral merupakan hal yang jarang terjadi untuk kasus bahan xylene. 

Pemaparan via oral untuk kasus xylene lebih dikarenakan kurang higienis para pekerja setelah menggunakan atau setelah terpapar xylene, seperti makan tanpa cuci tangan. Pemaparan via oral ini dapat langsung masuk ke dalam saluran pencernaan dan kemudian mengiritasinya. Namun sebagian besar akan bergerak menuju hati untuk dimetabolisis dan diekresikan. 

Pemaparan melalui inhalasi cukup sering terjadi, hal ini dikarenakan xylene memiliki karakteristik mudah menguap dan uap xylene dapat terabsorbsi dengan cepat melalui paru-paru (G.A.Jacobson dan S. McLean, 2003). Pemaparan via inhalasi ini akan mengiritasi saluran pernafasan. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya pada dosis akut, xylene akan mengiritasi hidung, tenggorokan hingga paru-paru. Pemaparan melalui dermal menyebabkan kulit mengalami kerusakan berupa larutnya lemak oleh xylene. Hal tersebut dikarenakan karakteristik dari xylene yang mudah larut dalam lemak. Pemaparan xylene via dermal tidak sebanyak pemaparan via inhalasi hal tersebut dikarenakan xylene cair dan uap terabsorbsi lambat melalui kulit (G.A.Jacobson dan S. McLean, 2003). Xylene yang terabsorbsi kemudian diangkut oleh darah menuju hati untuk dimetabolisis dan diekresikan. 

Perjalanan xylene dalam tubuh manusia bergantung pada jalur masuk xylene, seperti yang telah dijelaskan pada mode of exposure. Tujuan akhir pengangkutan xylene berada di hati. Selama di hati xylene mengalami proses metabolisis dimana xylene yang terabsorbsi ke dalam tubuh, 95% dimetabolisme dalam hati menjadi methylhippuric acid (MHA) dan 70-80% hasil metabolisme dieksresikan melalui urin dalam jangka waktu 24 jam (G.A.Jacobson dan S. McLean, 2003).

Hasil metabolisme dalam tubuh sebagai indikator paparan xylene yang direkomendasikan oleh American Cenference of Governmental Industrial Hygiensts (ACGIH) disebut biological exposure index (BEI) sebesar 2,0 gram MHA/L urin (Langman JM, 1994.).
Learn more »

Kenapa Anak Suka Menggambar di Dinding?

Anak-anak umumnya suka menggambar, dan salah satu bidang yang tak pernah luput dari sasaran crayon atau pensil warna mereka adalah dinding rumah. Tak terbilang berapa banyak kertas atau buku gambar yang sudah Anda siapkan untuk anak, namun kelihatannya mereka lebih suka mencoret-coret tembok. Ketimbang membuat coretan-coretan di buku gambar, anak-anak umur 2-4 tahun tampaknya memang lebih suka membuat karya "masterpiece" di dinding rumah. 

"Anak-anak lebih asyik saat menggambar di dinding. Kenapa? Karena saat menggambar di dinding, mereka (merasa) ikut terlibat di dalam kisah yang mereka gambarkan. Melalui bidang yang lebih luas, mereka lebih bebas menggambar dan masuk ke dalamnya," papar psikolog Tubagus Amin Fa, SPsi, CTL, CH, CHt, Cl,. Rasa terlibat dalam dunia di dalam gambar itu tidak akan didapat ketika anak menggambar di bidang kertas, demikian menurut psikolog dari Aminfainstitute - Lembaga Riset dan Konsultan Edukasi Berbasis Brain Based and Holistic Learning (Pendidikan Ramah Otak) ini. 

Beberapa penelitian menunjukkan alasan lain mengapa anak suka sekali mencoret-coret dinding. Anak-anak yang lebih kecil menjelajahi dinding karena suka mewarnai bidang apa saja. Hal ini berbeda dengan anak-anak usia 3-4 tahun, di mana perkembangan fisik membuatnya lebih mudah menggambar dengan merentangkan tangan di depannya ketimbang di bawahnya, demikian menurut Becky Bailey, PhD, penulis buku There's Gotta Be a Better Way. 

Menggambar di dinding memberi posisi yang lebih nyaman, karena memungkinkan kontrol tangan dan mata yang lebih baik. Dengan cara ini, menggambar menjadi jauh lebih menyenangkan bagi si kecil. Menggambar di meja akan mulai menyenangkan ketika anak baru lepas dari taman kanak-kanak. Nah, sebelum anak menyelesaikan TK-nya, Anda mungkin memang harus merelakan dinding rumah menjadi ekspresi kebebasan anak. 

Tapi tentu saja akan ada kekhawatiran bahwa dinding Anda akan menjadi kotor karena kreativitas anak Anda tersebut. Sekarang buanglah rasa khawatir dan risau Anda karena takut dinding rumah Anda menjadi kotor karena saat ini sudah ada produk yang namanya KaraBoard Sheet. Sebuah produk yang semula digunakan untuk pelapis papan tulis, sekarang Anda bisa memanfaatkan produk itu untuk melapisi dinding Anda sehingga menjadi seperti wallpaper biasa tapi dapat digunakan untuk media kreativitas anak Anda. Cara pemasangannya pun sangat mudah Anda hanya perlu menempelkannya di dinding rumah Anda setelah  Anda buka stikernya. KaraBoard Sheet ini tersedia dalam dua warna yaitu hijau dan putih, untuk yang berwarna putih dapat juga dijadikan sebagai layar proyektor. 

Anda bisa menggunakan KaraMarker sebagai alat tulisnya. KaraMarker ini terbuat dari bahan alami yang sangat aman untuk kesehatan anak Anda, sehingga Anda tidak perlu khawatir anak Anda akan terkontaminasi debu dari kapur atau racun dari spidol, juga lebih hemat karena kemampuan menulisnya jauh lebih banyak dibandingkan dengan kapur biasa bahkan spidol sekalipun. Dan dapat ditulis pada permukaan yang basah. KaraMarker ini tersedia dalam 5 warna yaitu putih, hitam, merah, biru dan kuning.

Anda juga tidak perlu khawatir tangan anak Anda menjadi kotor karena disediakan KaraMarker Casing yang digunakan sebagai pegangan untuk KaraMarker Refill. Dan hasil coretan anak Anda mudah dihapus, Anda tinggal menghapusnya dengan kain yang terlebih dahulu dibasahi dengan air atau Anda bisa menggunakan Eraser khusus untuk itu. Semua produk itu bisa Anda dapatkan di www.karalinkstore.com
Water Erasable Board yang ditempel di dinding
Jadi jangan larang anak Anda untuk berekspresi, berkreativitas dan berimajinasi yang disalurkannya melalui mencoret-coret dinding rumah, hanya karena Anda khawatir dinding rumah Anda menjadi kotor. Biarkan anak Anda menjadi dirinya sendiri dengan demikian dia akan tumbuh menjadi anak yang penuh kreativitas. 
Learn more »

Karalink : Peluang Untung Distributor Produk Alat Tulis Ramah Lingkungan


Penggunaan spidol dan kapur tulis tampaknya sudah lazim dalam aktivitas pendidikan di Indonesia. Namun, pernahkah Anda menyadari bahwa penggunakan kedua produk tersebut bisa memberikan efek buruk terhadap kesehatan? Debu dari kapur tulis bisa menjadi alergen atau pemicu timbulnya penyakit seperti penyakit batuk dan sesak napas. Tak banyak yang menyadari pula, debu kapur tulis juga merupakan tempat berkembang biaknya bakteri yang dapat memicu timbulnya penyakit akibat infeksi bakteri, ini yang paling berbahaya. Lantas bagaimana dengan spidol? Meski banyak yang beranggapan bahwa spidol lebih bersih dan sehat, faktanya justru berbanding terbalik. Ya, spidol yang dianggap aman itu ternyata lebih berbahaya ketimbang kapur tulis, karena spidol mengandung bahan kimia yang disebut Xylene. Bahan kimia inilah yang menimbulkan aroma khas pada spidol dan apabila kita menghirup uap Xylene, meskipun dalam jumlah yang sedikit maka bisa berefek negatif bagi kesehatan.

Melihat kenyataan bahwa penggunaan kapur tulis dan spidol di lembaga-lembaga pendidikan di Indonesia ternyata sangat berbahaya untuk kesehatan, PT Karalink Indonesia yang berada di bawah PT Winnertech Lintas Nusa, tergerak untuk membuat dan memproduksi produk pengganti yang lebih ramah lingkungan dan tidak memiliki efek buruk bagi kesehatan terutama bagi para guru dan murid, sekaligus lebih hemat dibandingkan dengan menggunakan spidol. Rangkaian produk Eco-Friendly ini diberi nama Karalink. Semua produk Karalink hadir untuk mewujudkan ruang kelas yang ramah lingkungan, bebas debu, dan bebas racun.
“Karalink berdiri sejak November 2012 lalu, tapi kalau atas nama PT Karalink Indonesia baru beberapa bulan lalu. Latar belakang Karalink karena kami melihat fenomena banyak sekolah yang masih memakai kapur tulis dan spidol, padahal kedua produk tersebut jelas sangat berdampak buruk bagi kesehatan dan lingkungan kita,” papar General Manager Karalink, Achmad Zakaria kepada Peluang Usaha beberapa waktu lalu.

Menurut Zakaria, produk Karalink merupakan satu-satunya produk di Indonesia yang fokus mengusung produk di bidang pendidikan berbasis ramah lingkungan. “Di luar negeri sebenarnya produk seperti ini sudah terlebih dahulu hadir. Produksinya hingga saat ini dilakukan di Korea, sedangkan bahan baku ramah lingkungan kita menggunakan jagung,” ungkapnya.

Varian Produk. Rangkaian produk Karalink ini terdiri dari Dust Free Eco Chalk yaitu kapur tulis bebas debu dan racun sebagai pengganti kapur tulis biasa dan sekaligus pengganti spidol karena terbuat dari bahan yang tidak beracun, tidak berbau dan dari bahan-bahan alami. Kapur tulis ini diklaim menghasilkan tulisan 10 kali lebih banyak dibanding kapur tulis biasa dan 50% lebih murah dibanding menggunakan spidol, juga bisa dituliskan pada permukaan yang basah maupun yang kering dan mudah dihapus tanpa meninggalkan debu dengan menggunakan penghapus yang dilembabkan dengan air. Harga Dust Free Eco Chalk ini adalah Rp 89 ribu/box.

Sebagai media untuk melengkapi Dust Free Eco Chalk, Karalink pun merancang Chalk Holder. Chalk Holder ini berfungsi sebagai pemegang Dust Free Eco Chalk agar tangan tidak kotor dan agar Dust Free Eco Chalk tetap dapat digunakan sampai batang terkecilnya. Produk ini berfungsi untuk mencegah Dust Free Eco Chalk patah. Agar lebih praktis, Chalk Holder ini disimpan dalam Holder Case. Harga untuk Chalk Holder dan Holder Case adalah Rp 28 ribu/pcs.

Produk lainnya untuk menyempurnakan kelas bebas debu dan racun, yaitu Water Erasable Chalk Board atau produk (pelapis) papan tulis yang bisa dihapus dengan penghapus yang dilembabkan dengan air dan mampu ditulisi tanpa harus menunggu papan tersebut kering. Produk ini mudah direkatkan pada papan tulis yang lama (blackboard/whiteboard) sehingga lebih ekonomis. Harga Water Erasable Chalk Board Rp 440.500/meter. Selain itu ada juga produk Water Erasable Screenboard atau pelapis papan tulis yang berwarna putih yang juga bisa digunakan sebagai layar untuk proyektor. Papan ini direkomendasikan dimana presentasi memerlukan penjelasan lebih lanjut dengan cara menulis. Penjelasan presentasi pun bisa langsung dituliskan pada screenboard.

Inovasi produk Karalink lainnya adalah Eraser and Pad atau penghapus papan tulis yang bantalannya bisa dengan mudah dilepaskan Produk penghapus ini terbuat dari plastik ABS yang kuat dan lentur, pad-nya mudah dipasang dan dilepas serta mudah digunakan, ringan dan stabil saat dipegang. Karakteristik pad ini dapat digunakan bersama-sama dengan eraser sehingga bisa digunakan berkali-kali. Produk inipun terbuat dari microfiber yang mudah dicuci dengan air dan dilengkapi Velcro di bagian belakangnya.

 Dan produk lainnya adalah Water Cleaner System yang berfungsi sebagai tempat untuk melembabkan sekaligus membersihkan penghapus dari kotoran yang menempel. Water Cleaner System mudah dibersihkan dengan cara membuang air yang mengandung debu dan bisa diisi kembali dengan air bersih. Air yang mengandung debu ini bisa dibuang dengan aman tanpa mencemari lingkungan.

Selain itu Karalink menjual produk dengan sistem paket, yang terdiri dari paket A dan B. Zakaria menuturkan perbedaan kedua jenis paket tersebut terletak dari jumlahnya. “Paket A kita banderol seharga Rp 6.050.000, dan paket B seharga Rp 2,9 juta-an, bedanya hanya kuantitasnya saja. Paket A dapat kapur lebih banyak untuk pemakaian 6 bulan ke depan, sedangkan paket B untuk persediaan 2 bulan,” terang Zakaria

Peluang Distributor. Saat ini terdapat peluang pasar yang cukup besar dan perlu diantisipasi yang timbul dari sisi negatif penggunaan kapur tulis dan spidol yang bisa menjadi masalah lingkungan dan kesehatan. Di Indonesia pasar spidol cukup besar, bahkan ada pemain lokal di bidang ini. Mereka berangkat dari kenyataan makin meningkatnya penggunaan spidol dari tingkat TK - Perguruan Tinggi, di kantor-kantor instansi atau perusahaan dan bahkan di rumah tangga. “Segmen pengguna kapur tulis dan spidol inilah yang akan kita bidik. Dibanding dengan spidol yang beredar di pasaran, produk yang kita usung mempunyai harga yang relatif sama namun mampu memproduksi tulisan dua kali lebih banyak dan faktor yang paling penting aman dari segi kesehatan, ramah lingkungan, dan mudah dihapus dengan air dan bebas dari Xylene,” ujar Zakaria

Dalam memasarkan produk, Karalink fokus pada 3 cara pemasaran. Pertama, penjualan direct ke sekolah-sekolah hingga perusahaan/corporate dengan cara sosialisasi produk, kedua lewat distributor, dan ketiga dengan pemasaran via online lewat website, FB, dan twitter. Hingga saat ini Karalink telah memiliki beberapa distributor seperti di Jabodetabek, Surabaya, Medan, Makassar, Lampung, Flores, dll. “Fokus kita memang ingin menjangkau seluruh wilayah di Indonesia,” terang Zakaria.

Mengenai tingkatan distributornya, Zakaria memaparkannya menjadi 4 tingkatan yakni :
  1. Distributor Level A, dengan syarat komitmen pembelian awal sebesar Rp 250 juta, margin keuntungannya 30% dan berhak menjadi distributor tunggal wilayah dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. 
  2. Distributor Level B, dengan syarat komitmen pembelian awal sebesar Rp 100 juta, margin keuntungan 20% dan mendapatkan bonus progresif sampai dengan 10%. 
  3. Distributor Level C, dengan syarat komitmen pembelian awal sebesar Rp 25 juta dan margin keuntungan 15%. 
  4. Distributor Level D, dengan syarat komitmen pembelian awal hanya berupa sales kit senilai Rp 300 ribu dengan margin keuntungan 10%. 
“Untuk distributor level A juga berhak mengunci wilayah, berhak jadi distributor tunggal. Tertutup kemungkinan untuk distributor lain kecuali menjadi sub distributor. Fasilitasnya kita berikan brosur, dukungan promosi secara nasional,” jelas Zakaria.

Lebih lanjut menurut Zakaria, pihak Karalink sebenarnya memprioritaskan distributor yang berpengalaman dan terbiasa bergerak di dunia pendidikan. Namun menurutnya tak menutup kemungkinan siapapun bisa bekerjasama memasarkan produk Karalink, apapun latar belakangnya. “Sebenarnya kita membuka peluang kerjasama untuk semua kalangan, yang penting dia mempunyai niat yang keras untuk bekerjasama. Keterangan lebih lanjut bisa langsung menghubungi Karalink atau saya sendiri,” jelas Zakaria sambil tersenyum.

Prospek. Menyoal prospek usahanya sendiri, Zakaria mengatakan prospeknya akan bagus ke depannya. Pasalnya di era globalisasi saat ini kesadaran masyarakat akan gaya hidup sehat akan semakin tinggi, selain itu peluang pasar produk ini pun terbuka luas, mengingat lembaga-lembaga pendidikan di Indonesia jumlahnya sangat banyak. “Kalau misalkan kita melihat pasar sekolah di Jakarta saja untuk SD negeri berjumlah 2239, SD swasta 776, totalnya ada 3006 SD . Untuk SMP total 858, SMA 468, dan perguruan tinggi sebanyak 330 unit. Total seluruhnya ada 4792 dan itu hanya di Jakarta saja. Dan sebenarnya market kita bukan hanya sekolah saja, tapi bisa untuk rumah tangga. Pasalnya ke depan kita akan buat produk yang bisa dipakai dan diaplikasikan anak-anak di rumah. Pokoknya kita menggantikan fungsi dari spidol dan kapur, potensinya pasti sangat besar. Di beberapa daerah bahkan ada yang sudah mengganggarkan di APBD-nya untuk membeli produk kita. Memang Karalink ini mahal untuk di awal saja, berikutnya mereka hanya cukup beli kapurnya saja. Buktikan sendiri saja hematnya,” pungkas Zakaria berpromosi.

Selain telah bekerjasama dengan beberapa sekolah dan lembaga pendidikan lainnya, Karalink pun telah menjalin kerjasama dengan korporat, seperti PT Pertamina dan Shangri-La Group. “Kalau untuk korporat kebanyakan kita menjalin kerjasama dalam program CSR- nya, jadi kita menyediakan barang kita untuk membantu sekolah-sekolah yang membutuhkan. Minimal order untuk program CSR ini sebanyak 100 kelas, karena kita harus buat khusus untuk menampilkan logo perusahaan di produknya,” papar Achmad.

Jadi, Anda tertarik menjadi distributor Karalink? Anda ingin memasarkan Produk Ramah Lingkungan Karalink dengan modal minimal, untung maksimal, dan pasar sangat potensial?! Ayo bergabung bersama Karalink untuk mewujudkan Gerakan Kelas Bebas Racun dan sekaligus peduli terhadap Lingkungan!

Klik DISINI untuk Pendaftaran

Sumber : Tabloid Peluang Usaha
Learn more »

Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini

Pendidikan adalah merupakan aset penting bagi kemajuan sebuah bangsa, oleh karena itu setiap warga Negara harus dan wajib mengikuti jenjang pendidikan, baik jenjang pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah maupun tinggi. Dalam bidang pendidikan seorang anak dari lahir memerlukan pelayanan yang tepat dalam pemenuhan kebutuhan pendidikan disertai dengan Pemahaman mengenai karakteristik anak sesuai pertumbuhan dan perkembangannya akan sangat membantu dalam menyesuaikan proses belajar bagi anak dengan usia, kebutuhan, dan kondisi masing-masing, baik secara intelektual, emosional dan sosial. 

Sebelum bicara lebih jauh, apa sih pendidikan anak usia dini? Pendidikan anak usia dini (PAUD) adalah jenjang pendidikan sebelum jenjang pendidikan dasar yang merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut, yang diselenggarakan pada jalur formal, nonformal, dan informal. 

Mengapa pendidikan anak usia dini itu sangat penting? 

Berdasarkan hasil penelitian sekitar 50% kapabilitaas kecerdasan orang dewasa telah terjadi ketika anak berumur 4 tahun,8 0% telah terjadi perkembangan yang pesat tentang jaringan otak ketika anak berumur 8 tahun dan mencapai puncaknya ketika anak berumur 18 tahun, dan setelah itu walaupun dilakukan perbaikan nutrisi tidak akan berpengaruh terhadap perkembangan kognitif. 

Hal ini berarti bahwa perkembangan yang terjadi dalam kurun waktu 4 tahun pertama sama besarnya dengan perkembangan yang terjadi pada kurun waktu 14 tahun berikutnya. Sehingga periode ini merupakan periode kritis bagi anak, dimana perkembangan yang diperoleh pada periode ini sangat berpengaruh terhadap perkembangan periode berikutnya hingga masa dewasa. Sementara masa emas ini hanya datang sekali, sehingga apabila terlewatkan berarti habislah peluangnya. 

Menurut Byrnes, pendidikan anak usia dini akan memberikan persiapan anak menghadapi masa-masa ke depannya, yang paling dekat adalah menghadapi masa sekolah. “Saat ini, beberapa taman kanak-kanak sudah meminta anak murid yang mau mendaftar di sana sudah bisa membaca dan berhitung. Di masa TK pun sudah mulai diajarkan kemampuan bersosialisasi dan problem solving. Karena kemampuan-kemampuan itu sudah bisa dibentuk sejak usia dini,” jelas Byrnes. 

Selanjutnya menurut Byrnes, bahwa pendidikan anak usia dini itu penting, karena di usia inilah anak membentuk pendidikan yang paling bagus. Di usia inilah anak-anak harus membentuk kesiapan dirinya menghadapi masa sekolah dan masa depan. Investasi terbaik yang bisa Anda berikan untuk anak-anak adalah persiapan pendidikan mereka di usia dini. 

Ada dua tujuan mengapa perlu diselenggarakan pendidikan anak usia dini, yaitu: 

Tujuan utama: untuk membentuk anak yang berkualitas, yaitu anak yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan tingkat perkembangannya sehingga memiliki kesiapan yang optimal di dalam memasuki pendidikan dasar serta mengarungi kehidupan di masa dewasa. 

Tujuan penyerta: untuk membantu menyiapkan anak mencapai kesiapan belajar (akademik) di sekolah. 

Singkatnya, pendidikan anak usia dini merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan yang menitikberatkan pada peletakan dasar ke arah pertumbuhan dan perkembangan fisik (koordinasi motorik halus dan kasar), kecerdasan (daya pikir, daya cipta, kecerdasan emosi, kecerdasan spiritual), sosio emosional (sikap dan perilaku serta agama) bahasa dan komunikasi, sesuai dengan keunikan dan tahap-tahap perkembangan yang dilalui oleh anak usia dini. 

Apa perbedaan anak yang mendapatkan pendidikan anak usia dini di lembaga yang berkualitas dengan anak yang tidak mendapatkan pendidikan anak usia dini? 

Menurut Byrnes (Peraih gelar Woman of the Year dari Vitasoy di Australia) di lembaga pendidikan anak usia dini yang bagus, anak-anak akan belajar menjadi pribadi yang mandiri, kuat bersosialisasi, percaya diri, punya rasa ingin tahu yang besar, bisa mengambil ide, mengembangkan ide, pergi ke sekolah lain dan siap belajar, cepat beradaptasi, dan semangat untuk belajar. 

Sementara, anak yang tidak mendapat pendidikan usia dini, akan lamban menerima sesuatu. Anak yang tidak mendapat pendidikan usia dini yang tepat, akan seperti mobil yang tidak bensinnya tiris. Anak-anak yang berpendidikan usia dini tepat memiliki bensin penuh, mesinnya akan langsung jalan begitu ia ada di tempat baru. Sementara anak yang tidak berpendidikan usia dini akan kesulitan memulai mesinnya, jadinya lamban. 

Tidak bisa dipungkiri bahwa pendidikan anak usia dini merupakan pendidikan yang sangat mendasar dan strategis dalam pembangunan sumber daya manusia. Begitu pentingnya pendidikan ini tidak mengherankan apabila banyak negara menaruh perhatian yang sangat besar terhadap penyelenggaraan pendidikan ini hingga pemerintah Indonesia pun memberikan layanan pendidikan gratis hingga tingkat SMP. (Haryanto, Spd)
Learn more »
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...